Laporan : Anel Yadi
Minggu, 1 Juni 2025
Bidik.Info, Benteng – Masyarakat petani diwilayah perbatasan perkebunan sawit yang dikelola perusahaan Perseroan Terbatas Riau Agrindo Agung (PT. RAA), di kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) provinsi Bengkulu, mengeluh terkait tanaman sejenis gulma kacang mangkuna di perkebunan perusahaan tersebut, sudah merayap memasuki kebun – kebun pribadi warga.
Beberapa masyarakat Desa Sekayun Mudik kecamatan Bang Haji, yang memiliki kebun pribadi sekitar Perkebunan PT.RAA diantaranya,Tahudin, Arman, Coloik, Nadi, Gun dan Asman Toni, terhadap biro awak media Bidik.Info, mengatakan, sudah tiga (3) kali Menemui pihak PT RAA, terkait tanaman gulma kacang mangkuna yang merayap memasuki kebun Durian, Sawit, Kayu Bawang, Karet dan kebun Kopi milik pihaknya.
“Gulma kacang mangkuna yang ditanam pihak PT RAA telah merayap memasuki kebun kami, sehingga mengganggu pertumbuhan tanam, Durian, Sawit, Kayu Bawang, Karet dan kebun Kopi milik warga,” kata Tahudin.
Sementara Wangku, sebagai Ketua Forum Masyarakat Desa Sekayun Mudik, menjelaskan, mulai tahun 2023 lalu perusahaan PT RAA tidak pernah membersihkan gulma Kacang Mangkuna yang tumbuh subur di perkebunan sawit miliknya, hingga merayap kekebun milik warga. Terkait hal tersebut banyak warga yang mengeluh tidak ada sama sekali tangapan pihak perusahaan PT RAA. Bahkan Raga Yuda, selaku asisten divisi 3 PT.RAA, memberi penjelasan ke warga, jika Gulma Kacang Mangkuna merusak kebun pribadi masyarakat tidak ada ganti ruginya.
“Tidak di tanggapi oleh perusahaan PT.RAA, terkait keluhan warga, atas Gulma Kacang Mangkuna yang telah mengganggu dan merusak tanaman, Durian, Sawit, Kayu Bawang, Karet dan Kebun Kopi, warga sekitar, diharapkan pemerintah daerah khususnya Bupati Drs. Rachmat Rianto dan Ketua DPRD Pepi Suheri, turun secara langsung ke lapangan, sehingga bisa membantu mencari solusi sebelum warga mengalami kerugian cukup parah dan bertindak sendiri – sendiri,” tutup Wangku.
Sementara hak jawab PT.RAA dan Pemerintah daerah, hingga berita ini diterbitkan belum dapat dihubungi, besar harapan redaksi media ini, adanya hak jawab pihak terkait tersebut.
Editor: Redaksi.















Respon (1)