Example floating
Example floating
Example 728x250
Bengkulu UtaraHeadlineNasionalPeristiwa

Terungkap Adanya Pemotongan 15% Di RSUD Arga Makmur, Saat Dokter Hearing Bersama Komisi 1

1030
×

Terungkap Adanya Pemotongan 15% Di RSUD Arga Makmur, Saat Dokter Hearing Bersama Komisi 1

Sebarkan artikel ini

Laporan : Edi Yanto

Jum’at, 28 Juni 2024

Bidik.Info, Bengkulu Utara – Berbuntut panjang demo yang dilakukan para Dokter RSUD Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara, beberapa waktu lalu, karena para dokter melanjuti hearing bersama dengan komisi 1 DPRD diruang rapat komisi pada pagi jum’at, (28/6/2024).

Usai haring bersama komisi 1 DPRD Bengkulu Utara, Toufik Hidayat, selaku Ketua kordinator dari para Dokter, mengatakan pada era kepemimpinan Herawati sebagai direktur RSUD Arga Makmur adanya pemotongan dari penghasilan para doktor sebesar Rp.15% dari jumlah pendafatan. Kuat dugaan pemotongan tersebut berbentuk pungli yang tidak memiliki dasar hukum.

Yang jelas selama 6 bulanĀ  kepemimpinan Herawati sebagai direktur RSUD Arga Makmur adanya pemotongan dari penghasilan para doktor sebesar Rp.15% dari jumlah pendafatan jasa medis. Alasan Pemotongan penghasilan kami tersebut, untuk menutupi utang atau kekurangan di RSUD Arga Makmur. Namun sampai hari ini tidak adanya rincian laporan kegunaan uang tersebut,” Ungkap Toufik Hidayat.

Lanjut Toufik, Mulai dari aksi hingga haring bersama komisi I DPRD Bengkulu Utara hari ini, merupakan bentuk keprihatinan pihak kami terhadap RSUD Arga Makmur. Baik itu, terkait kepemimpinan Direktur secara otoriter, manajemen keuangan serta kurangnya rasa persaudaraan, hormat menghormati profesi masing – masing dalam lingkungan RSUD Arga Makmur, ungkap Toufik Hidayat

Kami meminta komisi 1 dapat mendorong digantinya direktur RSUD Argamakmur, karena dinilai tidak mampu menata dan mengelola manajerial dan keuangan, serta hubungan para dokter kurang kondusif. Jika tidak dilakukan pergantian maka tidak menutup kemungkinan pihak kami akan melakukan aksi mogok kerja nantinya,” tandas Toufik Hidayat.

Hasdiansyah, selaku ketua Komisi 1 DPRD Bengkulu Utara mengatakan, tindak lanjut haring besama para dokter hari ini, akan direkomendasikan ke pihak pemerintah Daerah melalui pimpinan Dewan. Namun rekomendasi tersebut, masih menunggu hasil pertemuan antara para Dokter dengan Bupati Ir.H.Mian, yang dikabarkan sudah terjadwal. Jika tidak ada tindaklanjut dari Bupati nantinya maka Komisi 1 akan membuat rekomendasi atau kesimpulan. Untuk mengantisipasi jangan sampai para Dokter melakukan aksi mogok kerja secara masal yang mengakibatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat terganggu nantinya.

Peristiwa ini merupakan Catan kelam atau rapot merah bagi pemerintah kabupaten Bengkulu Utara yang dipimpin Bupati Ir.H.Mian. Tidak gampang untuk mendatangkan para dokter – dokter spesialis di daerah ini, untuk itu kami tegaskan kepada Bupati agar sesingkat – singkat dan secepat – cepatnya menyelesaikan permasalahan ini,” tandas Hasdiansyah.

Editor : Redaksi.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *