Laporan : Anel Yadi
Selasa, 18 Agustus 2026
Bidik.Info, Benteng – Di balik slogan “Membangun Dari Bawah” yang sering dikampanyekan pemerintah kabupaten Bengkulu Tengah, pada era pemerintahan Bupati Drs. Rachmat Riyanto, ST,M.AP, masih ada infrastruktur jalan yang rusak parah, salah satu contohnya adalah jalan di Desa Karang Tengah kecamatan Taba Penanjung yang bertahun-tahun tidak pernah mengalami perbaikan.
Di musim kemarau, jalan menuju Desa Karang Tengah kecamatan Taba Penanjung tersebut berubah menjadi ladang debu, menyulitkan pernapasan warga dan mencemari lingkungan. Sebaliknya, di musim hujan, jalan itu menjelma menjadi kubangan bahkan koral yang berserakan jadi licin dan berbahaya. Kondisi ini telah berlangsung selama lebih kurang 7 tahun, dan sayangnya, belum ada tindakan nyata dari pihak pemerintah daerah setempat.
Masalah jalan di Desa Karang Tengah ini, bukan sekadar soal kenyamanan, tapi juga soal hak dasar warga negara atas akses dan mobilitas. Jalan adalah salah satu infrastruktur vital yang sangat menentukan kualitas hidup masyarakat. Jalan yang layak akan memudahkan anak-anak pergi ke sekolah, petani membawa hasil panen, warga mengakses pelayanan kesehatan, dan usaha mikro berkembang.
Perdi, selaku masyarakat setempat menjelaskan, jalan yang rusak di desanya, merupakan jalan kabupaten, kurang lebih sudah 7 tahun tidak pernah diperbaikan dari dinas instansi terkait.
“Kondisi jalan yang rusak parah ini, kurang lebih sepanjang seribu lima puluh meter. Akibat jalan rusak semua aktivitas menjadi terhambat. Bahkan sering kendaraan roda dua jatuh. Ironisnya, setiap menjelang pemilu, para calon pemimpin daerah selalu datang membawa janji manis. Mereka berdiri di tengah jalan yang rusak berjanji akan memperbaiki jalan begitu terpilih. Namun setelah menduduki kursi kekuasaan, janji tinggal janji. Kami hanya dijadikan alat politik, dan pembangunan pun kembali berfokus pada daerah-daerah perkotaan yang lebih “menguntungkan” secara ekonomi dan citra, politik mereka,” Perdi.
Lanjut Perdi, sudah saatnya pemerintah lebih serius dalam menata dan membangun desa, dimulai dari perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan. Jangan sampai semangat membangun dari bawah atau pinggiran hanya menjadi jargon tanpa makna. Warga layak mendapat fasilitas yang memadai demi kehidupan yang lebih layak. Maka dari itu, kami tidak meminta yang muluk-muluk. Kami tidak minta gedung tinggi, mall, atau jalan tol. Kami hanya ingin jalan desa kami diperbaiki, agar kami bisa hidup dengan layak, bekerja dan beraktivitas dengan nyaman, tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan belum diperoleh hak jawab dari pemerintah Benteng, maupun dinas intansi terkait.
Editor : Redaksi.














