Example floating
Example floating
Example 728x250
Bengkulu UtaraBerita UtamaHeadlineNasional

Era Bupati Arie Terpantau Gedung Aset PBK Bengkulu Utara Terbengkalai, Uang Negara Dipertanyakan

121
×

Era Bupati Arie Terpantau Gedung Aset PBK Bengkulu Utara Terbengkalai, Uang Negara Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

Laporan : Sukiman

Jum,at, 8 Mei 2026

Bidik.Info, Bengkulu Utara — Bangunan aset gedung milik Pemadam bahaya kebakaran (PBK) yang berada dijatung terminal kota Arga Makmur kabupaten Bengkulu Utara, merusak padangan sitiap warga yang melintas sebab tampak terbengkalai, tidak terurus, bahkan sudah kehilangan fungsinya kini menuai sorotan tajam.

Gedung yang seharusnya menjadi fasilitas penunjang pelayanan dan aktivitas masyarakat tersebut terlihat terbengkalai memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat, kemanah arah pengelolaan aset daerah dan siapa yang harus bertanggung jawab.

Pantauan di lapangan, bangunan yang dibangun menggunakan anggaran negara itu terlihat kusam, serta tidak menunjukkan aktivitas berarti. Sejumlah bagian gedung tampak mulai rusak akibat minimnya perawatan. Ironisnya, proyek yang dahulu digadang – gadang menjadi aset penting daerah, kini justru berubah menjadi simbol pemborosan uang rakyat.

Masyarakat menilai pemerintah daerah tidak serius dalam menjaga dan memanfaatkan aset yang telah dibangun mengunakan uang rakyat tersebut, di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sulit, keberadaan gedung terbengkalai atau makrak tersebut dianggap sebagai bentuk kegagalan perencanaan sekaligus lemahnya pengawasan terhadap penggunaan aset daerah.

“Bangunan ini dibangun pakai uang rakyat atau negara bukan uang pribadi. Kalau akhirnya dibiarkan terbengkalai seperti ini, tentu publik berhak mempertanyakan,” ujar salahsatu warga dengan nada kecewa, yang tidak mau ditulis namanya.

Kondisi gedung PBK itu juga memunculkan dugaan bahwa sejak awal pembangunan tidak disertai perencanaan matang terkait pemanfaatan jangka panjang. Akibatnya, setelah bangunan berdiri, tidak ada kejelasan fungsi maupun pengelolaan yang berkelanjutan.

Publik kini mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk segera memberikan penjelasan terbuka mengenai status aset tersebut, termasuk total anggaran pembangunan, pemanfaatan gedung, hingga alasan terbengkalainya fasilitas itu. Jika dibiarkan terus-menerus, aset negara tersebut bukan hanya menjadi bangunan mati, tetapi juga menjadi monumen kegagalan pengelolaan anggaran daerah.

Pemkab Bengkulu Utara era Bupati Arie, melalui Kabid pengelolaan aset di BKAD coba dihubungi melalui whatsApp untuk diminta hak jawabnya belum merespon, hanya mengatakan baru sampai masjid untuk sholat Jum’at, Pulang dari masjid akan di cek.

“Saya baru sampai masjid pak, Pulang dari masjid saya cek,” kata Kabid.

Editor : Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *