Laporan : Redaksi
Selasa, 2 Juni 2026
Bidik.Info, Bengkulu Utara – Pemerintah desa Gunung Besar Kecamatan Arma Jaya kabupaten Bengkulu Utara provinsi Bengkulu, menggelar titik nol Pembangunan Satu buah rumah warga yang tidak Layak huni yang dihadiri Kepala Desa, disaksikan anggota BPD jajaran perangkat desa, pihak kecamatan, tokoh masyarakat, prangkat desa, Bibinkamtibmas, pedamping desa dan pihak lain guna untuk memastikan dilakukan secara transparan dan tepat sasaran, pada hari Selasa (2/6/2026).
Program bantuan bedah rumah tidak layak huni ini adalah program Pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah kabupaten Bengkulu Utara yang menggunakan anggaran Dana Desa yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang tidak mampu mendapatkan kelayakan tempat tinggal sehingga terhindar dari Bahaya Allam yang setiap waktu mengancam keselamatan ketika warga ini beristirahat.
Adis Edi, Kepala Desa Gunung Besar menjelaskan, program bedah rumah ini merupakan program dari Pemerintah Desa menggunakan anggaran Dana Desa tahap dua untuk warga tidak nampu dan rumah tidak layak huni, sebagai bentuk kepedulian dan komitmen bersama pihak terkait dalam membantu masyarakat melalui program rumah layak huni. Jelas Adis.
“Diharapkan program ini dapat membantu warga desa dalam upaya pemerintah pusat, daerah hingga desa untuk membantu masyarakat agar mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak dan pagi warga penerima bantuan dan patut di syukuri walaupun nantinya ada beberapa bagian rumah yang belum bisa di perbaiki paling tidak bisa memberikan manfaat,” kata Adis.
Di sisi lain warga penerima bantuan bedah rumah, Eni Ayang, mengucapkan terimakasih kepada seluruh instansi yang terkait terkhusus untuk pak kades desa Gunung Besar yang sudah membatu memprogramkan mendapatkan bantuan.
“Terimakasih semuanya semoga Allah SWT memberikan balasan yang setimpal untuk kebaikan pemerintah melalui kepala Desa dan pihak terkait lainnya. Kami sekeluarga tidak bisa memberikan apa-apa, selain do’a untuk kesejahteraan Bangsa Indonesia, Pemerintah daerah dan Pemerintah Desa,”kata Eni Ayang. (Adv)
Editor : Redaksi.














