Example floating
Example floating
Example 728x250
Bengkulu UtaraBerita UtamaHeadlineNasional

Era Bupati Arie-Sumarno Diduga buruknya manajemen, Pertengahan 2026 Proyek BU Tidak Kunjung Dilelang

203
×

Era Bupati Arie-Sumarno Diduga buruknya manajemen, Pertengahan 2026 Proyek BU Tidak Kunjung Dilelang

Sebarkan artikel ini

Laporan : Edi Yanto

Selasa, 19 Mei 2026

Bidik.Info, Bengkulu Utara – Mamasuki pertengahan tahun 2026, pemerintahan kabupaten Bengkulu Utara, pada era Bupati Arie Septia Adinata – Sumarno, belum juga melaksanakan proses lelang berbagai pembangunan infrastruktur daerah, yang dibayangi risiko “kejar tayang” dan rendah mutu.

Hingga melewati pertengahan Mei tahun 2026, pada Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Sekretariat Daerah kabupaten (Setdakab) Bengkulu Utara masih nihil tayang lelang berkas proyek fisik milik Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Lambannya kinerja birokrasi di Bumi Ratu Samban pada Era Bupati Arie-Sumarno ini, terkonfirmasi dari pengakuan Kepala Bagian Barang dan Jasa Sekretariat Daerah kabupaten (Setdakab) Agus Sulaiman, pada hari Senin 18 Mei 2026 kemaren.

“Sampai pada hari ini, (Pertebgahan tahun 2026 red) belum ada proyek fisik yang dilelang. Tolong jangan dinaikan Beritanya, nati siang saya hubungi kembali,” kata Agus Sulaiman.

Lanjut Agus Sulaiman, meminta kepala dinas terkait segera melengkapi berkas perencanaan (Dokumen red) agar pembangunan tidak semakin melorot dari jadwal, sehigga ekonomi masyarakat, berjalan, khususnya para pekerja proyek.

“Kita berharap seluruh OPD yang memliki proyek fisik untuk segera menyiapkan berbagai berkas (Dokumen) dibutuhkan, karena sudah memasuki pertengahan tahun. Lambanya berbagai Dokumen dari OPD diprediksi adanya perubahan harga satuan barang – barang, Seperti, Minyak solar. Aspal, semen, Besi Pasir, Batu maupun yang lainnya, menjadi perubahan satuan harga terhadap barang – barang, sehingga perlu penyesuaian harga barang kembali. Inssallah pada bulan depan (Juni red) sudah ada paket proyek yang dilelang,” tegas Agus.

Mandeknya proses lelang berbagai proyek Era Bupati Arie-Sumarno tersebut, merupakan cermin buruknya manajemen kinerja di tubuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara, karena alasan teknis administrasi sudah tidak relevan lagi di triwulan kedua tahun anggaran 2026 ini.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperolehnya hak jawab Bupati maupun Wakil Bupati Bengkulu Utara.

Editor : Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *