Example floating
Example floating
Example 728x250
Bengkulu UtaraBerita UtamaHeadlineNasional

Plt Dinas Pendidikan Bengkulu Utara Predator Perusak Rumah Tangga Orang Kata Kades Pasar Ketahun

991
×

Plt Dinas Pendidikan Bengkulu Utara Predator Perusak Rumah Tangga Orang Kata Kades Pasar Ketahun

Sebarkan artikel ini

Laporan : Sukiman

Jum’at, 9 Januari 2026

Bidik.Info, Bengkulu Utara– Setelah kepala Desa (Kades) Pasar Ketahun inisial (Si) ngamuk dihalam Dinas Pendidikan (Kadisdik), beberapa waktu lalu, dikarenakan istrinya diganggu oleh Kusno,M.Pd, sebagai Plt Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Bengkulu Utara, dan melaporkan masalah tersebut ke Bupati maupun pihak inspektorat, Akhirnya mengakui telah memenuhi panggilan Inspektorat.

Si, selaku Kades dan suami kepala sekolah yang digangu Kusno, mengatakan telah memenuhi panggilan pihak Inspektorat kabupaten Bengkulu Utara.

“Saya sudah memenuhi panggilan pihak Inspektorat hari Senin lalu. Terkait hasil saya serahkan ke pihak inspektorat, karena barang bukti (BB) berupa chat WhatsApp (WA) Kusno, telah sepenuhnya diserahkan sama mereka,” jelas Si (9/1/2025)

Si, juga berpesan kepada warga Bengkulu Utara agar berhati – hati terhadap Kusno, Karena dia (Kusno red), diduga termasuk orang predator perusak rumah tangga orang.

“Bagi masyarakat Bengkulu Utara yang telah berumah tangga agar berhati – hati terhadap Kusno. Karena dia (Kusno red) termasuk predator perusak rumah tangga orang. Contahnya rumah tangga saya dirusak Kusno, secara kejam dan mengakibatkan mental anak – anak saya kenai imbasnya,” tegas Si.

Sementara Markisman, selaku Inspektur Inspektorat kabupaten Bengkulu Utara membenarkan Si, telah memenuhi panggilan pihaknya.

“Alhamdulillah Kades inisial Si bersama Istrinya telah memenuhi panggilan pihak Inspektorat Bengkulu Utara. Keduanya telah diperiksa dan diminta keterangan,” kata Markisman.

Kusno, M.Pd, menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Bengkulu Utara mengatakan, persolan ini, hanya salah paham saja, sekedar chat WhatsApp guyon-guyonan antara bawahannya menjabat sebagai kepala sekolah.

“Masalah tersebut salah paham saja, sekedar chat WhatsApp guyon-guyonan antara atasan ke bawahan menjabat sebagai kepala sekolah. Kalau bisa persoalan ini, tidak usah diberitakan lagi karena saya sudah merasa malu,” tutup Kusno.

Editor : Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *