Laporan : Edi Yanto
Rabu, 20 Mei 2026
Bidik.Info, Bengkulu Utara – Berdasarkan sistem informasi keuangan daerah (SIKD) dari Kementerian keuangan RI mencatat kabupaten Bengkulu Utara mengolah data pengelolaan keuangan daerah dan data terkait lainnya, yang menjadi informasi sajikan kepada masyarakat dan sebagai bahan pengambilan keputusan dalam rangka perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan pertanggungjawaban pemerintah daerah, realisasi anggaran mencapai 11.26%.
Berdasarkan data SIKD tersebut pada era pemerintahan Bupati Arie Septia Adinata – Sumarno, menunjukan lambannya kinerja birokrasi di Bumi Ratu Samban kabupaten Bengkulu Utara, karena berdasarkan keterangan data realisasi APBD murni sampai dengan pertanggal 18 bulan Mei 2026 pagu anggaran Rp. 1.242,45, realisasinya hanya Rp. 139,91 (11.26 %).
Bupati melalui Carles Jhonson, ST, MM, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKAD Bengkulu Utara mengatakan, angka Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) tersebut belum bisa dipastikan karena belum rekon terkait anggaran triulan ke dua tahun 2026. Masalah realisasi anggaran sudah cukup baik, hal ini disampaikan diruang kerjanya pada hari Rabu (20/5/2026)
“Masalah realisasi anggaran yang dinilai belum oktimal karena pihak OPD hingga hari ini, belum mengoptimalkan berbagai pembelanjaan. Oleh karena itu diharapkan pihak OPD terkait dapat secara cermat serta teliti dalam pengusulan pioritas kegiatan setiap pengunaan anggaran,” tegas Carles.
Lanjut Carles, selain masalah diatas ada juga foktor belum cairnya anggaran seperti TPP pegawai, Pelaksanaan Kegiatan proyek atau pembelanjaan langsun maupun non langsung.
“Kita berharap di setiap OPD yang belum mumulai kegiatannya dapat menyusun perencanaan yang tepat dan cermak untuk mengoktimalkan pioritas program pemerintah pusat dan daerah. salahsatu kunci utamanya adalah perlengkapan dokumen administrasi untuk menghindari adanya temuan BPK tahap berikut,” tutup Carles.
Editor : Redaksi.














