Example floating
Example floating
Example 728x250
Bengkulu UtaraBerita UtamaHeadlineNasional

Inspektorat : Kusno Sudah Akui Chat WhatsAPP Ke Istri Kades Pasar Ketahun

439
×

Inspektorat : Kusno Sudah Akui Chat WhatsAPP Ke Istri Kades Pasar Ketahun

Sebarkan artikel ini

Laporan : Redaksi

Rabu, 12 Februari 2026

Bidik.Info, Bengkulu Utara – Hasil pantauan redaksi media ini, di depan kediaman pribadi Kusno, M.Pd, sebelumnya sebagai  Plt Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) kabupaten Bengkulu Utara, sekarang kembali menjadi kepala bidang (Kabid) SMP, yang sempat dikatakan Septa Irawan, selaku Kades Pasar Ketahun sebagai predator pengganggu rumah tanagganya, terdapat patung harimau dan kuda.

Patung tersebut kadangkala dijadikan orang sebagai lambang atau simbol kekuatan, keberanian, keagungan, dan perlindungan dari energi negatif. Secara filosofis, patung seperti itu juga sering dikaitkan dengan perwujudan wibawa, kebijaksanaan, perlindungan, dan dipercaya menarik kemakmuran terhadap penghuni rumah, serta seringkali digunakan sebagai elemen estetika untuk memperkuat identitas atau penanda kawasan.

Baca Juga : https://bidik.info/2026/01/09/plt-dinas-pendidikan-bengkulu-utara-predator-perusak-rumah-tangga-orang-kata-kades-pasar-ketahun/

Baca Juga : https://bidik.info/2026/01/13/pkmp-desak-bupati-evaluasi-plt-kadis-disdikbud-bu-karena-kelakuannya-sudah-meresahkan-masyarakat/

Namun kuat diduga gambar harimau dan kuda didepan rumah Kusno, tersebut tidak menjadi lambang atau simbol banyak yang di gambarkan orang selama ini. Karenakan sebagai pejabat tidak dapat menjag ahlaknya selaku pejabat yang dituduh Kepala Desa Pasar Ketahun perusak rumah tangga orang dan sempat menghebohkan Bengkulu Utara beberapa waktu lalu.

Terbaru Markisman, selaku Inspektur Inspektorat Kabupaten Bengkulu Utara terhadap redaksi media ini, mengatakan bahwa saudara Kusno, M.Pd, sudah mengakui kebenaran isi Chat WhatsApp (WA) ke bawahannya sebagai Kepala Sekolah SMP yang dilaporkan suaminya selaku Kepala Desa Pasar Ketahun.

“Kusno, telah mengakui kebenaran isi Chat WhatsAppnya beberapa waktu lalu ke Kepala sekolah SMP tersebut. Semua hasil pemeriksaan telah disampaikan ke pimpinan,” kata Markisman (11/2/2026)

Sementara Kusno, beberapa waktu lalu hanya mengatakan, sekedar salah paham dan melakukan chat WhatsApp guyon-guyonan antara bawahannya menjabat sebagai kepala sekolah.

Hingga Berita ini diterbitkan kembali, belum ada pernyataan secara resmi baik dari Bupati maupun dinas terkait sangsi apa yang diberikan terhadap Kusno maupun Kepala Sekolah SMP tersebut.

Editor : Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *