Laporan : Anel Yadi
Selasa, 9 September 2025
Bidik.Info, Benteng – Masyarakat desa penyangga di lima kecamatan kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) seputaran wilayah perkebunan kelapa sawit milik perusahaan PT Riau Agrindo Agung (PT.RAA), melakukan penutupan akses jalan menuju kantor dan perkebunan PT RAA. Selain masyarakat hadir pula tokoh masyarakat yang akrab membela wong cilik bernama Nurhasan HR, sebagai juru bicara di kegiatan tersebut pada hari Selasa (9/9/2025).
Terhadap awak media Nurhasan, mengatakan berbagai kalangan masyarakat desa penyangga seputaran perkebunan kelapa sawit milik PT RAA telah melakukan penutupan akses jalan guna melakukan protes, karena tidak memiliki izin atau HGU serta IUP B dari gubernur sejak beroperasi lebih kurang selama 17 tahuan dalam wilayah kabupaten Bengkulu Tengah maupun kabupaten Bengkulu Utara.
“Berdasarkan data yang kami peroleh kuat dugaan perusahaan perkebunan kelapa sawit milik PT RAA, sejak beroperasi di kabupaten Bengkulu Tengah – Bengkulu Utara tidak Berpedoman pada perundang undangan yang berlaku. Berbagai upaya telah dilakukan agar pihak menejemen perusahaan dapat menunjukkan legalitas perizinan sesuai ketentuan yang berlaku hingga kini belum mampu diselesaikan. Baik melalui rapat – rapat komisi DPRD maupun melalui jalur lain,” kata Nurhasan.
Lanjut Nurhasan, akibat pihak menejemen perusahaan perkebunan kelapa sawit milik PT RAA tidak mampu membuktikan legalitas perizinan sesuai ketentuan yang berlaku, maka masyarakat memprotes dengan cara menutup sementara akses jalan agar dapat menghentikan sementara aktivitas perusahaan sampai pada izinnya benar-benar berpedoman dengan undang – undang dan peraturan yang berlaku.
“Masyarakat telah melayangkan surat pemberitahuan kepada pihak yang terkait tentang legalitas PT RAA tersebut, serta surat himbauan penutupan akses jalan kepada pihak penegak hukum terkait PT.RAA tidak tunduk kepada UU yang berlaku di negeri ini ” tegas Nurhasan.
Akibat penutupan akses jalan ini, belum diperoleh hak jawab dari pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit milik PT RAA, besar harapan redaksi media ini, pihak menejemen PT RAA dapat memberikan hak jawab terkait dugaan berbagai masalah yang terjadi.
Editor: Redaksi.














